Beranda / Tutorial Blog / Cara Setting W3 Total Cache untuk WordPress
Cara Setting W3 Total Cache untuk WordPress

Cara Setting W3 Total Cache untuk WordPress

Cara Setting W3 Total Cache


W3  Total Cache merupakan sebuah framework untuk optimalisasi performa WordPress yang dibuat untuk meningkatkan kecepatan loading halaman website. Sangat direkomendasikan oleh beberapa penyedia  layanan web hosting dan digunakan oleh banyak website saat ini. W3 Total Cache meningkatkan performa website anda dengan menurunkan waktu untuk loading halaman website, selain itu juga menyediakan layanan CDN yang terintegrasi.

Beberapa fitur yang ditawarkan oleh W3 Total Cache antara lain:

  • Peningkatan secara signifikan performa website
  • Meningkatkan ranking website di search engine
  • Mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk membuka halaman website
  • Meningkatkan performa web server
  • Menghemat bandwidth sampai dengan 80% melalui minify dan http compression (html, css, javascript dan feeds)

 

Cara Setting W3 Total Cache untuk WordPress

 

Cara Setting W3 Total Cache untuk WordPress

Sebelum anda menginstall dan melakukan setting W3 Total Cache sangat direkomendasikan untuk melakukan tes performa website anda di Pingdom Tools. Di bawah adalah hasil dari tes blog ini sebelum dan sesudah menggunakan W3 Total Cache.

 

Sebelum
Cara Setting W3 Total Cache untuk WordPress

 

SesudahCara Setting W3 Total Cache untuk WordPress

 

Dapat dilihat sebelum menggunakan W3 Total Cache grade blog ini hanya 64. Tapi setelah menggunakan W3 Total Cache meningkat menjadi 87. Butuh waktu yang agak lama untuk mendapatkan setting W3 Total Cache yang optimal. Karena harus mencoba untuk Enable & Disable beberapa setingan tertentu. Setingan yang digunakan blog ini akan dipaparkan dalam Setting W3 Total Cache di bawah. Selain menggunakan cache plugin untuk mengoptimalkan performa website, anda juga dapat mengkombinasikan W3 Total Cache dengan CDN gratis dari ClouFlare yang dapat anda baca tutorialnya disini.

Bila anda masih baru dalam setting W3 Total Cache, anda tidak perlu khawatir. Anda cukup mengikuti setting W3 Total Cache yang ada di bawah ini:

1. Install W3 Total Cache

W3 Total Cache tidak kompatibel dengan caching plugin yang lain, jadi pastikan anda meng-uninstall semua caching plugin sebelum menuju proses lebih lanjut. Untuk menginstall W3 Total Cache plugin, cukup dengan menuju “Plugins” option yang ada di menu sebelah kiri admin panel WordPress anda dan pilih “Add New”. Di kotak pencarian ketik “W3 Total Cache” dan tekan enter. Anda dapat melihat screenshot dibawah.

 

Cara Setting W3 Total Cache untuk WordPress

 

 

2. Setting W3 Total Cache

Untuk melakukan setting W3 Total Cache sepertinya kelihatan rumit dan memang rumit :mrgreen: . Tapi tenang, untuk menjadikan plugin bekerja anda hanya perlu set ke Enable semuanya di menu “General Settings” dan menggunakan setingan default yang telah disediakan. Untuk mendapatkan hasil yang terbaik, menuju ke Advanced Settings sangat disarankan. Di setting W3 Total Cache ini akan dijelaskan dengan detail mengenai setingan lebih lanjut yang ada.

 

Cara Setting W3 Total Cache untuk WordPress

 

2.1 General Settings

Page Cache

  • Page Cache – Centang Enable
  • Page Cache Method – Pilih “Disk: Enhanced”

Minify

  • Minify – Centang Enable
  • Minify Mode – Pilih mode minify  “Auto”. Pilih “Disk”
  • Minify Cache Method – Pilih “Disk: Enhanced” sebagai metode untuk caching. Jika anda menggunakan VPS gunakan pilihan “Opcode: Alternative PHP cache”
  • HTML Minifier –  Pilih “HTML Tidy”
  • JS Minifier –  Pilih “JSMin (default)”
  • CSS Minifier – Pilih “Default”

Database Cache

  • Database cache – Centang Enable
  • Database cache method – Pilih “Disk: Enhanced”.  Jika anda menggunakan VPS gunakan pilihan “Opcode: Alternative PHP cache”, hasilnya akan lebih baik

Object Cache

  • Object Cache – Centang Enable
  • Object Cache Method – Pilih “Disk: Enhanced”.  Jika anda menggunakan VPS gunakan pilihan “Opcode: Alternative PHP cache”, hasilnya akan lebih baik

Browser Cache

  • Browser Cache – Centang Enable

CDN

  • Biarkan

Reverse Proxy

  • Biarkan

Monitoring

  • Biarkan

Licensing

  • Biarkan

Miscellaneous

  • Biarkan

Debug

  • Biarkan

Import / Export Settings

  • Biarkan

2.2 Advanced Settings – Page Cache

General

  • Cache Posts Page – Enable
  • Don’t cache front page – Disable
  • Cache feeds: site, categories, tags, comments – Enable
  • Cache SSL (https) requests – Enable (jika anda menggunakan SSL)
  • Cache URIs with query string variables – Enable
  • Cache 404 (not found) pages – Disable
  • Cache requests only for the www.yourdomain.com site address – Enable
  • Don’t cache pages for logged in users  – Enable
  • Don’t cache pages for following user roles – Disable

Cache Preload

  • Automatically prime the page cache – Enable
  • Update interval  – 1000 seconds
  • Pages per interval – 15 (jika anda mempunyai server VPS yang powerful anda dapat meningkatkan nilainya)
  • Sitemap URL – Masukkan URL sitemap anda disini
  • Preload the post cache upon publish events – Enable

Purge Policy: Page Cache

  • Specify the pages and feeds to purge when posts are created, edited, or comments posted – Enable Front Page, Posts, Page, Post page, Blog feed.
  • Specify the feed types to purge – Enable Rss2 (default)
  • Limit page purging – Ketik 15 (server yang powerful dapat dimasukkan angka yg lebih besar)
  • Purge sitemaps – Biarkan default

Advanced

  • Use late init – Disable
  • Maximum lifetime of cache objects – 180060 seconds
  • Garbage collection interval – 3600 seconds
  • Comment cookie lifetime – 1800 seconds
  • Accepted query strings – Biarkan  kosong
  • Rejected user agents – Biarkan kosong
  • Rejected cookies – Biarkan default
  • Never cache the following pages – Biarkan default
  • Cache exception list – Biarkan default
  • Non-trailing slash pages – Biarkan default
  • Specify page headers – Biarkan default

2.3 Advanced Settings – Minify

General

  • Rewrite URL structure – Disable
  • Disable minify for logged in users – Enable
  • Minify error notification –  Admin Notification

HTML & XML

  • HTML minify settings – Enable jika memungkinkan (Jika website anda terlihat aneh, matikan opsi ini)
  • Ignored comment stems – Biarkan  default

JS

  • JS minify settings –  Centang enable (Jika website anda terlihat aneh, matikan opsi ini)
  • Operations in areas – Pilih Minify dan Embed Type “Default (Blocking)”
  • Preserved comment removal – Enabled
  • Line break removal – Enabled

CSS

  • CSS minify settings –  Centang “Enable”, “Preserved comment removal (not applied when combine only is active)” and “Line break removal (not applied when combine only is active)”. (Jika website anda terlihat aneh, matikan opsi ini)
  • @import handling – Pilih “None”

Advanced

  • Disable minify automatic file name length test – Pilih Disable jika anda mendapatkan pesan error seperti ini “Minify Auto does not work properly. Try using Minify Manual instead or try another Minify cache method”. Anda juga dapat mencoba untuk memasukkan nilai filename length yang lebih rendah secara manual di setting page dengan mencentang “Disable the Minify Auto automatic filename test”.
  • Filename length – Masukkan 150
  • Update external files every – Masukkan 216000 seconds
  • Garbage collection interval – Masukkan 86400 seconds jika caching ke disk dipilih
  • Never minify the following pages – Biarkan kosong
  • Never minify the following JS files – Biarkan kosong
  • Never minify the following CSS files – Biarkan kosong
  • Rejected user agents – Biarkan kosong
  • – Biarkan default

2.4 Advanced Settings – Database Cache

General

  • Don’t cache queries for logged in users – Centang ke enable

Advanced

  • Maximum lifetime of cache objects – Masukkan 180 seconds
  • Garbage collection interval – Masukkan 3600 seconds jika caching ke disk
  • Never cache the following pages – Biarkan kosong
  • Ignored query stems – Biarkan default
  • Reject query words – Biarkan default

2.5 Advanced Settings – Object Cache

Advanced

  • Default lifetime of cache objects – Masukkan 180 seconds
  • Garbage collection interval – Masukkan 3600 seconds jika caching ke disk
  • Global groups – Biarkan default
  • Non-persistent groups – Biarkan default

2.6 Advanced Settings – Browser Cache

General

  • Set Last-Modified header – Centang ke Enable
  • Set expires header – Centang ke Enable
  • Set cache control header – Centang ke Enable
  • Set entity tag (eTag) – Centang ke Disable
  • Set W3 Total Cache header – Centang ke Enable
  • Enable HTTP (gzip) compression – Centang ke Enable
  • Prevent caching of objects after settings change – Biarkan kosong
  • Prevent caching exception list – Biarkan kosong
  • Disable cookies for static files – Biarkan kosong
  • Do not process 404 errors for static objects with WordPress – Biarkan kosong
  • 404 error exception list – Biarkan default

CSS & JS

  • Set Last-Modified header – Centang ke Enable
  • Set expires header – Centang ke Enable
  • Expires header lifetime – Masukkan 31536000 seconds
  • Set cache control header – Centang ke Enable
  • Cache Control policy – Pilih “cache with max-age (“public, max-age=EXPIRES_SECONDS”)
  • Set entity tag (eTag) – Centang ke Disable
  • Set W3 Total Cache header – Centang ke Enable
  • Enable HTTP (gzip) compression – Centang ke Enable
  • Prevent caching of objects after settings change – Biarkan kosong
  • Disable cookies for static files – Biarkan kosong

HTML & XML

  • Set Last-Modified header – Centang ke Enable
  • Set expires header – Centang ke Enable
  • Expires header lifetime –  Masukkan 3200 seconds
  • Set cache control header – Centang ke Enable
  • Cache Control policy – Pilih  “cache with max-age (“public, max-age=EXPIRES_SECONDS”)
  • Set entity tag (eTag) – Centang ke Disable
  • Set W3 Total Cache header – Centang ke Enable
  • Enable HTTP (gzip) compression – Centang ke Enable
  • Prevent caching of objects after settings change – Biarkan kosong
  • Disable cookies for static files – Biarkan kosong

Media & Other Files

  • Set Last-Modified header – Centang ke Enable
  • Set expires header – Centang ke Enable
  • Expires header lifetime –  Masukkan 31536000 seconds
  • Set cache control header – Centang ke Enable
  • Cache Control policy – Pilih  “cache with max-age (“public, max-age=EXPIRES_SECONDS”)
  • Set entity tag (eTag) – Centang ke Disable
  • Set W3 Total Cache header – Centang ke Enable
  • Enable HTTP (gzip) compression – Centang ke Enable
  • Prevent caching of objects after settings change – Biarkan kosong
  • Disable cookies for static files – Biarkan kosong

2.7 Advanced Settings – User Agent Groups

Manage User Agent Groups

  • Group name “High” – Biarkan default
  • Group name “Low” – Biarkan default

2.8 Advanced Settings – Referrer Groups

Manage Referrer Groups

  • Group name “search_engines” – Biarkan default

2.9 Advanced Settings – CDN

  • Ignore all

2.10 Advanced Settings – Monitoring

  • Ignore all

 

Setting W3 Total Cache di atas dapat dirubah untuk disesuaikan dengan server hosting yang anda gunakan. Jangan lupa untuk menggunakan layanan CDN untuk meningkatkan performa website anda. Untuk CDN dapat menggunakan MaxCDN untuk yang berbayar, tapi bila anda ingin CDN gratis bisa menggunakan CloudFlare.

Itulah cara setting W3 Total Cache bagi anda yang baru menggunakannya. Bila anda mengalami kesulitan atau website anda mengalami keanehan setelah menggunakan plugin ini, anda bisa meninggalkan komentar di bawah atau email kami. Hubungi kami apabila ada kesalahan dalam penulisan cara setting W3 Total Cache ini. ^ ^

 

 

Baca Juga

Cara Menghilangkan Kantung Mata Dengan Cepat

Cara Menghilangkan Kantung Mata Dengan Cepat

Cara menghilangkan kantung mata dengan cepat – Kantung mata dan lingkaran hitam seringkali mengganggu penampilan …

21 Komentar

  1. nyari kesana kemari yg cocok dan pas buat seting w3 total cache, eh ketemunye dimari. Thx Om Admin sambil ctrl+D

  2. terima kasih atas informasinya gan….
    Salam kenal..

  3. Habis install w3 total cache, trus config asal2an, eh error, waduh,,, thanks banget ya mas, biarpun agak panjang, tapi biar maksimal, pelajarin

  4. Makasih om, udah nyoba ngikutin tutorial baru berhasil sebagian, lanjut lagi dah (mantap)

  5. Terimakasih, mas…

    saya masih bingun di kalimat terakhir mas “Setting W3 Total Cache di atas dapat dirubah untuk disesuaikan dengan server hosting yang anda gunakan” mohon penjelasannya.

  6. lengkap sekali gan, kalau sama wp super cache bagus mana ya?

  7. Tutorialnya lengkap sekali, terima kasih.

  8. salah gan hasil ter akhirnya = 82/100 – 26 – 3.71s – 749.4kb

  9. gan score sebelum pakai w3 = 83/100 – 3 – 60.00s – 18.6kb
    Setelah pakai = 100/100 – 1 – 60.00s – 0b

    bisa dijelaskan maksudnya itu gimana apa tambah baik atau sebaliknya ? kirim ke email saya ya gan terima kasih sebelumnya.

  10. lagi nyimak gan, di ctrl+D dulu ini blog. Semoga gw kg gagal paham. Banyak bgt langkah2nye..hehe Makasih banyak Om Tamtowild.com

  11. Wao, Mantap gan, awalnya tampilan web berantakan, setelah ikutin petunjuk di bagian Advanced Settings – Minify, tampilan kembali normal. Makasih gan.

  12. Emang, untuk w3Total Cache rate nya 10% lebih cepat daripada WP SuperCache. Namun sebenarnya semuanya tergantung database kita juga.
    Klo menurut ane sih pake CDN aja. MaxCDN (Bayar) atau ClouFlare (Gratis) lebih jooos di tambah pake WP Super Cache atau Speed Booster (Baru nyoba, hasil mantap).
    W3TC bikin emosi coz tergantung template gan wkwkwk…
    Btw nih ane bagi kupon niagahoster. Lumayan dapet potongan Rp 25Rb (10%), bisa buat makan bakso wkwk :p
    http://www.niagahoster.co.id/ref/4943

  13. ini yang lengkap, langsung praktek, maklum newbie. terimakasih gan tas infonya

  14. Salam kenal mas tantowi 🙂
    Terimakasih banyak ini sangat membantu saya. Terus terang saya baru selesai install dan setting sampai akhir menggunakan panduan dari artikel mas. Dan hasilnya luar biasa buat website newbie saya Toko Baju Kere Pria dan Wanita load time berkurang 50% dan page speed di google saya test naik drastis. Powerfull sekali.

    Semoga ada materi kelanjutannya mas, karena kurang sedikit lagi nilai website saya bisa sempurna 🙂

    trims

    Best Regard
    Newbie
    Andriawan Hendra Susila

  15. Mas, aku kok kalo pake w3 total cache selalu aja rusak jadinya web ku, ato gak web bisa jalan dan bagus tapi pas cek di hp kok malah ancur tampilan di hp ya? gimana mas ada solusi gak? mungkin di sebelah mana aku harus edit editnya biar 2 2nya bisa berjalan lancar, dan tetep bagus. aku pake themes hueman untuk web wordpress ku.
    hatur nuhun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.